Desa Tambak Beras terdiri dari : 3 Dusun yaitu :
- Dusun Tambak Beras
- Dusun Dempol ( yang sekarang diganti nama Dusun Tambak Rejo )
- Dusun Segunting
Menurut Cerita Rakyat ( sesepuh Desa ) yang terdahulu,Desa Tambak Beras masih berupa Rawa-rawa dan sebagian tanah darat. Pada tahun 1450 masehi, wilayah Desa Tambak Beras dalam naungan kekuasaan “GIRI KEDATON“ yang dipimpin oleh PRABU SATMOTO, RADEN PAKU, SYEH AINUL YAQIN (SUNAN GIRI). Di wilayah Desa Tambak Beras ada satu tempat yang dianggap oleh sebagian masyarakat setempat menganggap tempat bersejarah. Tempat tersebut adalah dalam istilah jawa (LEMAH DUWUR) Tempat Penjagaan (JOGO BOYO). Lemah Duwur tempat para prajurit Giri Kedaton menjaga keamanan Giri Kedaton. Lemah duwur terletak di sebelah aliran SUNGAI LAMONG, hilir. Lemah Duwur berdampingan dengan (LUK GIRI) dalam arti kali lamong berbentuk 7 (tujuh) likukan sehingga sebagian masyarakat mengartikan seperti senjata Sunan Giri yang disebut : KERIS KOLO MUNYENG. Pemerintahan GIRI KEDATON mengalami kejayaan, namun dikemudian hari sacara tiba-tiba Kerajaan Giri Kedaton di serang musuh dari dua arah yaitu :
- Dari arah Selatan : Kerajaan MOJOPAHIT
- Dari arah Timur : Kerajaan TANDES
Para prajurit kerajaan Giri Kedaton yang bertugas jaga ditempat “LEMAH DUWUR“ mengetahui bahwa musuh dari mojopahit, bermalam di alas JURIT yang sekarang digunakan oleh Pemerintah, tempat pendidikan, perkebunan, pertanian dan Kantor Kecamatan Cerme. Dalam peristirahatan para prajurit dan panglima perang dari kerajaan mojopahit di alas Jurit, Para prajurit bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanannya menuju GIRI KEDATON. Pada saat prajurit MOJOPAHIT istirahat, Sunan Giri Syeh Ainul Yaqin memohon pertolongan kepada Allah SWT agar selamat dari peperangan, tanpa pertumpahan darah dan muncul rasa kasih sayang, perikemanusiaan yang tinggi, arif, bijaksana, maka secara tiba-tiba Sunan Giri mendapat pertolongan dari Allah SWT secara tiba-tiba di Telaga PEGAT mengeluarkan air sumber yang sangat besar sehingga mengakibatkan Banjir Besar bahkan kerajaan TANDES tenggelam. Para prajurit MOJOPAHIT terkejut tidak bisa melanjutkan menuju GIRI, para prajurit bermalam di Desa Cerme beberapa hari sampai berbulan-bulan, bahkan sampai kehabisan bahan makanan, banyak yang kelaparan, para prajurit berkeliaran mencari bahan makanan buah-buahan, diantara salah satu prajurit Mojopahit menemukan pohon yang sangat subur berbuah banyak yang sangat menggiurkan. Para prajurit datang beramai-ramai untuk memetik buah tersebut, sehingga buah tersebut diberi nama Buah Cerme, dengan rasa haus, lapar dan dahaga, para prajurit memakan buah Cerme yang mengandung rasa asam, para prajurit Mojopahit tidak menambah semangat dan sehat , namun mengakibatkan banyak yang mati (meninggal dunia) di Desa Cerme, termasuk Panglima perang banyak yang mati. Sunan Giri mengetahui keadaan yang sangat memprihatinkan. Dengan rasa kasih sayang maka Sunan Giri segera mengutus para prajuritnya untuk mengirim Bantuan pangan kepada prajurit Mojopahit dan penduduk sekitarnya. Bantuan berupa beras diangkut dengan perahu menuju Desa Cerme. Ditengah-tengah perjalanan perahu tersebut mengalami gangguan (bocor). Para petugas segera memperbaiki perahu tersebut (di DEMPUL). Di dalam proses perbaikan belum selesai, maka Allah SWT, berkehendak lain, secara tiba-tiba Banjir surut secara mendadak, sehingga perahu tersebut diatas tidak bisa melanjutkan perjalanan menuju Cerme, para prajurit Mojopahit dan penduduk mengetahui ada bantuan para prajurit berdatangan mengambil bahan pangan berupa beras, di tempat itulah dinamakan :
- Dusun Tambak Beras
- Dusun Dempul ( Tambak Rejo ).
Selanjutnya beras dibawa oleh penduduk untuk segera dimasak, para penduduk merasa bingung karena beras berada di dalam karung. Bagaimana caranya membuka karung tersebut di antara sekian banyak penduduk ada salah satu yang tahu caranya membuka karung dengan memakai alat Gunting, di tempat itulah dinamakan DUSUN SEGUNTING. Beras segera dimasak, dalam istilah jawa di ADANG dengan kukusan, ditempat itulah diberi nama SIKUKUS di sebelah selatan Dusun Segunting.
Demikianlah Riwayat ( Asal-usul ) Desa Tambak Beras, Dusun Tambak Rejo (Dempol), Dusun Segunting. Apabila ada kurang lebihnya mohon dimaklumi.